Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 April 2021

Undangan Menulis Puisi Tema “MAAF”

 


Salam Kreatif

Salam Literasi


     Acapkali diri terlalu angkuh untuk meminta “maaf”. Acapkali diri terlalu segan untuk sudi memberikan “maaf”. Acapkali pula permintaan-pemberian “maaf” tenggelam dalam kubangan ritual terkait momentum  tanpa kesungguhan bersadar diri secara utuh. Hingga kata “maaf” pun mudah terlahir tanpa ruh yang benar-benar hidup, menghidupi, dan menghidupkan hidup itu sendiri.

    

     Sebagai petanda untuk menemukan kembali kesejatian kata “Maaf”, keluarga besar  Lingkar Studi Sastra Setrawulan (LISSTRA) mengundang siapa saja untuk berkarya bersama melalui eventMENULIS PUISI TEMA MAAF”. Karya-karya puisi yang anda kirimkan akan dikurasi dan  diterbitkan bersama dalam satu buku.

 

     Ketentuan event ini adalah:

1. Undangan ini terbuka bagi siapa saja, baik pendidik, akademisi, peserta didik, orang tua peserta didik, jurnalis, dokter, petani, penulis, tentara, dll, tanpa batasan usia maupun latar belakang domisili.

 

2. Karya puisi sesuai dengan tema, dan bentuk yang bebas (boleh terikat dengan aturan puisi-puisi seperti Soneta, Kwatrin, Karmina, Haiku,  Tanka, Putiba, Patidusa, Patarisit, Semaris, dsb).

 

3. Naskah puisi merupakan karya sendiri (bukan plagiasi dan atau terjemahan), dan boleh telah dipublikasikan di media massa (cetak/online) maupun akun jejaring sosial.

 

4. Peserta mengirimkan 2-4 judul karya puisi dengan diitulis dalam format doc./docx. Dengan ukuran A4, Times New Roman 12, spasi 1 (maksimal 1 halaman untuk 1 karya puisi)

 

6. Di bawah naskah karya puisi dicantumkan biodata, berupa:

    (a) nama lengkap dengan gelar akademik (optional),

    (b) serta lembaga tempat bekerja (jika ada),

    (c) alamat domisili lengkap (untuk pengiriman buku),

    (d) foto diri, e-mail, akun media sosial, nomor Whatssapp, dll, yang dapat dihubungi.

 

7. Naskah dikirim ke email: lingkarstiga@gmail.com atau melalui Whatsaap (WA): 085854274197. Dengan subjek: PUISIMAAF_(NAMA ASLI PENULIS)_(NAMA KOTA DAN PROVINSI DOMISILI PENULIS). Contoh: PUISIMAAF_Syahrini_Halmahera Barat Maluku Utara.

 

8. Batas akhir pengiriman naskah adalah  20 Mei 2021 Pukul 23.30 WIB.

 

9. Nama-nama PENYAIR TERPILIH akan diumumkan pada tanggal 25 Mei 2021 di Group Facebook Lingkar Studi Sastra Setrawulan (LISSTRA), media partner, dan via email/nomor whatsaap yang digunakan saat mengirimkan naskah puisi.

 

Pihak penyelenggara hanya membantu seleksi naskah, menerbitkan menjadi buku, promosi, dan memberikan e-sertifikat kepada semua kontributor. Buku akan diterbitkan secara Print On Demand (POD), secara indie/self publishing. Sedangkan biaya penerbitan dan cetak buku diusung bersama oleh segenap PENYAIR TERPILIH dengan cara membeli 1 (satu) eksemplar buku (dan atau membeli lebih dari satu buku). Biaya pembelian 1 (satu) eksemplar buku adalah Rp. 75.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Ongkos kirim dihitung berdasarkan jauh-dekat tempat tinggal penyair.

 

Salam Kreatif

Salam Literasi

 

 

Penyelenggara:

Lingkar Studi Sastra Setrawulan (LISSTRA)

Sebuah Komunitas Non-Sanggar

e-mail: lingkarstiga@gmail.c­om

 

Didukung dengan:

Komunitas ERABUKU

e-mail: erabuku2020@gmail.co­m

 

    dan beberapa lembaga lainnya.

 


Penanggungjawab:
Anjrah Lelono Broto

 

 

 

Minggu, 14 Juni 2020

Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19


Oleh Triliana s. Utina (Mahasiswa Universitas Gorontalo)

 

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat menjadi krisis besar manusia modern, memaksa kita untuk sejenak melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya. Manusia di paksa berhenti dari rutinitasnya, untuk memaknai hidup yang sebenarnya.

Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan, saya lebih terfokus pada aspek pendidikan. Pendemi Covid-19 memaksa kebijakan physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk menimalisir persebaran Covid-19. Penerapan physical distancing sangat berdampak pada aspek pendidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah, pembelajaran daring/online dan disusul dengan peniadaan Ujian Nasional (UN) untuk tahun ini. Namun mekanisme yang berlaku secara tiba-tiba ini, justru tidak jarang membuat pendidik,siswa,bahkan orangtua kaget.

Akibatnya siswa yang suda mempersiapkan diri untuk UN merasa sangat kecewa dengan kebijakan ini, karena mereka lulus begitu saja. Tapi tidak bisa di pungkiri kebijakan ini harus diterima karena kebijakan ini di upayakan untuk memutus mata rantai Covid-19 di tengah masyarakat. Metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang diterapkan pemerintah dianggap sebagai tantangan tersendiri.

Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif, mengakses sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya. Bukan membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari. Banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas pembelajaran daring ini, diantaranya :

1. Penguasaan teknologi yang masih rendah, harus diakui tidak semua guru menguasai teknologi terutama guru generasi 80-an yang pada masa mereka penggunaan teknologi belum begitu tampak. Keadaan hampir sama juga dialami oleh para siswa, tidak semua siswa terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan masih banyak sekolah yang memiliki keterbatasan teknologi sehingga mereka harus rebutan dalam menggunakan perangkat teknologi pendukung pembelajaran dan bahkan mereka tidak dikenalkan teknologi dalam pembelajaran.
2. Jaringan internet, pembelajaran online tidak lepas dari penghunaan jaringan internet, penggunaan jaringan seluler terkadang terkadang tidak stabil karena letak tempat tinggal yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.
3. Biaya, jaringan internet yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring menjadi masalah tersendiri. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak.

Kita bisa melihat kesenjangan ini dengan melihat perbedaan kecepatan internet diberbagai daerah. Orang-orang dipusat kota sering menikmati internet yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah yang kurang berkembang.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada siswa SD, SMP, dan SMA saja tapi juga berdampak pada Perguruan Tinggi. Mahasiswa, khususnya yang merantau, akan berada dalam kondisi kerentanan baik secara sosial maupun ekonomi. Mahasiswa perantau yang keluar dari daerah asalnya untuk menuntuk ilmu jumlahnya terbilang sangat besar. Kebijakan pembelajaran sistem daring yang kini diterapkan sebenarnya membuka peluang mahasiswa belajar darimana pun, salah satunya dri rumah. Pembelajaran daring hingga batas waktu yang belum ditentukan bisa menjadi kesempatan mahasiswa untuk pulang kampung halaman mereka masing-masing dalam waktu yang cukup panjang. Satangnya tidak semua mahasiswa bisa pulang ke kampung halamannya, berbagai hal menjadi alasan bagi mahasiswa untuk tetap tinggal di daerah rantau tempat mereka menuntut ilmu.

Alasan pertama, pembatasan di daerah asal mereka , kebijakan tiap-tiap daerah untuk melakukan lockdown lokal menjadi hambatan bagi mahasiswa. Apalagi bagi mereka yang kuliah di daerah zona merah Covid-19, peraturan ketat akan diterapkan bagi warganya yang datang dari zona merah tersebut, misalnya dadi jakarta. Kedua, bagi mahasiswa yang berasal dari daerah pelosok, boleh jadi keterbatasan kualitas jaringan internet membuat mereka berpikir ulang untuk kembali ke kampung halamannya.

Semua ini adalah cara tuhan dalam menjalankan roda kehidupan di dunia ini, semoga kita semua bisa semakin baik menjalani kehidupan di akhir zaman ini.

Aamiin. (*)

 

 

Sumber:

https://www.sulselsatu.com/2020/04/19/opini/opini-tantangan-pendidikan-di-tengah-pandemi-covid-19.html

 

PENGUMUMAN BLOG BARU; YANG LAMA MASIH ADA, YANG BARU DISAYANG JUGA



Salam Kreatif
Salam Literasi

Berpijak pada kenyataan yang tak terelakkan, blog yang menjadi rumah bagi ekspresi, informasi, dan aksi kegiatan edukasi, sastra, maupun budaya di Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia, dan mancanegara, yaitu https://lingkarstudisastrasetrawulan.blogspot.com/ tidak dapat dibagi di Facebook Group (Facebook, Messenger, Whatsaap, dan Instagram). Facebook Debuger yang menjadi penyebabnya nampaknya enggan meninjau ulang keberatan yang kami ajukan selama sepekan lebih. Sehingga pemblokiran URL blog tersebut berlangsung hingga postingan ini diturunkan.
Hujan sehari memang bisa menghapus kemarau setahun, tetapi blog https://lingkarstudisastrasetrawulan.blogspot.com/ kami putuskan tidak kami hapus. Blog tersebut tetap ada dan menjadi rujukan ekspresi, informasi, dan aksi kegiatan edukasi, sastra, maupun budaya di Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia, dan mancanegara. Hanya saja, demi keberlanjutan interaksi dunia maya yang dewasa ini berperan penting, kami pun meluncurkan blog baru ini. Dengan harapan bahwa "YANG LAMA MASIH ADA, DAN YANG BARU MOHON KIRANYA DISAYANG JUGA".
Demikian pengumuman ini semoga menjadikan kita semua kian bersuka cita.

Salam Kreatif
Salam Literasi.


Mojokerto, 14 Juni 2020
Tertanda

Admin Lingkar Studi Sastra Setrawulan (LISSTRA)


PENGUMUMAN NUBAR PUISI TEMA “RUMAH” ---- Desember 2022 ----

  Salam Kreatif Salam Literasi        Berikut ini kami sampaikan daftar nama PENYAIR PILIHAN event nubar puisi bertema “Rumah” yang ...